Masa perkuliahan semakin dekat, dan bagi siswa kelas 11, ini berarti waktu untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap materi Penjasorkes (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) semester 2. Ujian Akhir Semester (UAS) Penjas merupakan salah satu tolok ukur penting untuk mengukur sejauh mana siswa telah menyerap pengetahuan teoritis dan praktis yang telah diajarkan.
Artikel ini hadir untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi UAS Penjas kelas 11 semester 2 dengan menyajikan berbagai contoh soal yang mencakup ragam topik, serta memberikan strategi jitu untuk menjawabnya. Dengan pemahaman yang mendalam dan latihan yang terarah, Anda dapat meraih hasil yang optimal.
Pentingnya UAS Penjas:
UAS Penjas tidak hanya sekadar ujian untuk mendapatkan nilai. Penjasorkes mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerjasama, sportivitas, disiplin, kesehatan fisik dan mental, serta pentingnya gaya hidup aktif. Penguasaan materi Penjas akan berkontribusi pada pembentukan pribadi yang sehat, bugar, dan bertanggung jawab.
Struktur Umum UAS Penjas:

Meskipun setiap sekolah memiliki variasi dalam format dan kedalaman soal, UAS Penjas umumnya mencakup kombinasi soal pilihan ganda, esai singkat, dan terkadang studi kasus. Topik yang diujikan biasanya meliputi:
- Permainan Bola Besar: Sepak bola, bola basket, bola voli.
- Permainan Bola Kecil: Bulu tangkis, tenis meja, softball.
- Atletik: Lari, lompat, lempar.
- Kebugaran Jasmani: Konsep, komponen, pengukuran, dan latihan.
- Seni Bela Diri: Pencak Silat, Karate (tergantung kurikulum sekolah).
- Aktivitas Jasmani Lainnya: Senam, renang (tergantung ketersediaan fasilitas dan kurikulum).
- Kesehatan: Konsep kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, narkoba, P3K.
Mari kita bedah contoh soal berdasarkan topik-topik tersebut.
Bagian 1: Permainan Bola Besar (Contoh Soal Pilihan Ganda)
Permainan bola besar seperti sepak bola, bola basket, dan bola voli adalah materi yang seringkali mendapat porsi besar dalam UAS. Pemahaman tentang teknik dasar, peraturan, taktik, dan strategi permainan sangat penting.
Contoh Soal 1 (Sepak Bola):
Gerakan mendorong bola dengan bagian dalam kaki untuk mengoper bola kepada teman satu tim disebut…
a. Menendang
b. Menggiring
c. Mengoper
d. Mengontrol
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa terhadap terminologi dasar dalam sepak bola. "Mendorong bola dengan bagian dalam kaki untuk mengoper" secara spesifik merujuk pada teknik mengoper.
- a. Menendang: Istilah umum untuk mendorong bola dengan kaki, bisa dengan berbagai bagian kaki.
- b. Menggiring: Gerakan membawa bola dengan cara memantul-mantulkan bola menggunakan kaki, biasanya untuk bergerak maju.
- c. Mengoper: Gerakan memberikan bola kepada rekan satu tim.
- d. Mengontrol: Gerakan menghentikan atau memperlambat laju bola.
Jawaban yang Tepat: c. Mengoper
Contoh Soal 2 (Bola Basket):
Teknik gerakan menggiring bola basket yang dilakukan dengan memantulkan bola secara berulang-ulang sambil bergerak maju disebut…
a. Chest Pass
b. Dribbling
c. Shooting
d. Rebound
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini fokus pada teknik dasar dalam bola basket.
- a. Chest Pass: Teknik mengoper bola dari dada ke dada lawan.
- b. Dribbling: Gerakan memantulkan bola secara terus-menerus ke lantai untuk bergerak atau berpindah tempat.
- c. Shooting: Gerakan melempar bola ke ring untuk mencetak poin.
- d. Rebound: Gerakan merebut bola yang memantul dari ring setelah tembakan gagal.
Jawaban yang Tepat: b. Dribbling
Contoh Soal 3 (Bola Voli):
Saat melakukan servis atas dalam bola voli, posisi lengan yang benar adalah…
a. Lurus ke depan
b. Diayunkan ke belakang lalu ke depan atas
c. Ditekuk ke samping
d. Diayunkan ke bawah
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang teknik servis atas bola voli. Gerakan lengan yang benar sangat krusial untuk menghasilkan tenaga dan akurasi.
- a. Lurus ke depan: Tidak menghasilkan tenaga yang cukup.
- b. Diayunkan ke belakang lalu ke depan atas: Ini adalah gerakan lengan yang benar untuk menghasilkan momentum dan kekuatan saat memukul bola.
- c. Ditekuk ke samping: Kurang efektif untuk servis.
- d. Diayunkan ke bawah: Tidak sesuai dengan teknik servis atas.
Jawaban yang Tepat: b. Diayunkan ke belakang lalu ke depan atas
Bagian 2: Permainan Bola Kecil (Contoh Soal Pilihan Ganda dan Esai Singkat)
Permainan bola kecil seperti bulu tangkis dan tenis meja memerlukan koordinasi tangan-mata yang baik, kecepatan, dan ketepatan.
Contoh Soal 4 (Bulu Tangkis):
Pukulan dalam bulu tangkis yang bertujuan untuk mengarahkan shuttlecock rendah melewati net ke area belakang lawan disebut…
a. Smash
b. Drop shot
c. Drive
d. Clear
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menanyakan tentang jenis pukulan dalam bulu tangkis.
- a. Smash: Pukulan keras ke arah bawah lapangan lawan.
- b. Drop shot: Pukulan pelan yang dijatuhkan tepat di depan net lawan.
- c. Drive: Pukulan mendatar dan cepat melewati net.
- d. Clear: Pukulan lambung tinggi ke area belakang lawan.
Dalam konteks soal yang menyebutkan "rendah melewati net ke area belakang lawan", ada sedikit ambiguitas. Namun, jika maksudnya adalah pukulan yang menipu lawan dengan jatuhnya bola di belakang dengan cepat, maka drive bisa menjadi pilihan. Jika yang dimaksud adalah pukulan yang melambung rendah namun jauh ke belakang, itu bisa diartikan sebagai short clear atau variasi drive. Mari kita asumsikan opsi yang paling umum untuk pukulan yang mengarah ke belakang dengan kontrol.
Revisi Soal untuk Kejelasan:
"Pukulan dalam bulu tangkis yang bertujuan untuk mengarahkan shuttlecock dengan cepat dan mendatar melewati net, seringkali ke area belakang lawan untuk mengejutkan, disebut…"
Dengan revisi ini, jawaban yang paling tepat adalah c. Drive. Jika soal aslinya tetap, perlu dicermati konteks yang diajarkan di kelas. Namun, drop shot adalah pukulan yang jatuhnya rendah dan dekat net. Clear adalah pukulan tinggi.
Jawaban yang Tepat (dengan asumsi revisi): c. Drive
Contoh Soal 5 (Tenis Meja):
Peraturan dasar dalam permainan tenis meja adalah setiap pemain berhak memukul bola sebanyak…
a. Satu kali
b. Dua kali
c. Tiga kali
d. Tidak dibatasi
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pengetahuan tentang peraturan dasar tenis meja.
- a. Satu kali: Ini adalah peraturan dasar. Setiap pemain hanya boleh memukul bola satu kali saat bola berada di area mereka.
- b. Dua kali: Ini hanya berlaku dalam situasi tertentu seperti saat melakukan service pada bola pantul pertama.
- c. Tiga kali: Tidak ada peraturan yang mengizinkan memukul bola tiga kali.
- d. Tidak dibatasi: Jelas salah.
Jawaban yang Tepat: a. Satu kali
Contoh Soal 6 (Esai Singkat – Softball):
Jelaskan perbedaan mendasar antara strike dan ball dalam permainan softball!
Analisis dan Pembahasan:
Soal esai ini meminta siswa untuk mendefinisikan dua istilah penting dalam softball. Kunci jawabannya adalah menjelaskan kondisi-kondisi yang menghasilkan strike dan ball.
Contoh Jawaban yang Diharapkan:
-
Strike: Dinyatakan strike apabila:
- Bola yang dilempar oleh pitcher masuk ke dalam strike zone (area antara lutut dan dada pemukul) dan tidak dipukul oleh batter.
- Batter melakukan ayunan pada bola yang dilempar pitcher, meskipun bola tersebut tidak masuk ke strike zone.
- Bola yang dipukul oleh batter keluar dari lapangan sebelum melewati garis foul line (disebut foul ball), kecuali jika sudah ada dua strike.
- Bola yang dipukul oleh batter jatuh di area foul dan kemudian masuk ke area fair di belakang garis foul line.
-
Ball: Dinyatakan ball apabila bola yang dilempar oleh pitcher tidak masuk ke dalam strike zone dan tidak dipukul oleh batter. Empat ball akan memberikan hak kepada batter untuk maju ke base pertama (walk).
Bagian 3: Atletik (Contoh Soal Pilihan Ganda)
Atletik adalah induk dari segala cabang olahraga. Penguasaan teknik dasar pada lari, lompat, dan lempar sangat penting.
Contoh Soal 7 (Lari):
Posisi badan yang benar saat melakukan lari jarak pendek (sprint) adalah…
a. Tegak lurus
b. Condong ke depan
c. Membungkuk ke belakang
d. Sedikit membungkuk ke samping
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang postur tubuh yang optimal untuk lari cepat.
- a. Tegak lurus: Tidak efisien untuk kecepatan.
- b. Condong ke depan: Postur ini membantu menghasilkan dorongan ke depan yang lebih kuat dan memaksimalkan penggunaan gravitasi.
- c. Membungkuk ke belakang: Akan mengurangi efisiensi dorongan.
- d. Sedikit membungkuk ke samping: Tidak relevan dengan prinsip lari cepat.
Jawaban yang Tepat: b. Condong ke depan
Contoh Soal 8 (Lompat Jauh):
Tahap awalan pada lompat jauh bertujuan untuk…
a. Mengatur keseimbangan
b. Memperoleh kecepatan maksimal
c. Mempersiapkan tolakan
d. Memperoleh ketinggian lompatan
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menanyakan tujuan dari salah satu fase dalam lompat jauh.
- a. Mengatur keseimbangan: Keseimbangan penting, tetapi bukan tujuan utama awalan.
- b. Memperoleh kecepatan maksimal: Ini adalah tujuan utama dari fase awalan agar tenaga dapat dialihkan saat tolakan.
- c. Mempersiapkan tolakan: Fase tolakan adalah tahap tersendiri yang dimulai setelah awalan.
- d. Memperoleh ketinggian lompatan: Ketinggian lompatan lebih banyak dipengaruhi oleh fase tolakan dan teknik di udara.
Jawaban yang Tepat: b. Memperoleh kecepatan maksimal
Contoh Soal 9 (Lempar Cakram):
Gerakan memutar tubuh sebelum melempar cakram dalam lempar cakram bertujuan untuk…
a. Menambah gaya ayunan
b. Meningkatkan keseimbangan
c. Memperoleh tenaga dari putaran tubuh
d. Mengatur arah lemparan
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini fokus pada teknik dalam cabang lempar.
- a. Menambah gaya ayunan: Gaya ayunan memang bertambah, tapi bukan tujuan utamanya.
- b. Meningkatkan keseimbangan: Keseimbangan penting, tetapi gerakan memutar lebih dari sekadar menjaga keseimbangan.
- c. Memperoleh tenaga dari putaran tubuh: Putaran tubuh (rotasi) mentransfer energi dari kaki ke pinggul, punggung, bahu, dan akhirnya ke lengan yang melempar cakram, sehingga menghasilkan kecepatan lemparan yang lebih tinggi.
- d. Mengatur arah lemparan: Arah lemparan lebih ditentukan oleh sudut lengan dan pergelangan tangan saat pelepasan.
Jawaban yang Tepat: c. Memperoleh tenaga dari putaran tubuh
Bagian 4: Kebugaran Jasmani (Contoh Soal Pilihan Ganda dan Esai)
Memahami konsep kebugaran jasmani, komponen-komponennya, serta cara mengukurnya adalah esensial.
Contoh Soal 10 (Kebugaran Jasmani):
Berikut ini yang bukan termasuk komponen kebugaran jasmani adalah…
a. Kekuatan
b. Kecepatan
c. Kelenturan
d. Kemampuan membaca
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang komponen-komponen utama kebugaran jasmani.
- a. Kekuatan: Komponen kebugaran jasmani.
- b. Kecepatan: Komponen kebugaran jasmani.
- c. Kelenturan: Komponen kebugaran jasmani.
- d. Kemampuan membaca: Ini adalah kemampuan kognitif, bukan komponen kebugaran jasmani.
Jawaban yang Tepat: d. Kemampuan membaca
Contoh Soal 11 (Kebugaran Jasmani):
Salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular adalah dengan melakukan aktivitas fisik yang meningkatkan denyut jantung secara teratur. Contoh aktivitas yang paling tepat untuk tujuan ini adalah…
a. Berjalan santai selama 10 menit
b. Lari joging selama 30 menit
c. Peregangan statis selama 15 menit
d. Angkat beban ringan berulang kali
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman tentang jenis latihan yang efektif untuk kesehatan jantung dan paru-paru.
- a. Berjalan santai selama 10 menit: Intensitas terlalu rendah untuk meningkatkan denyut jantung secara signifikan.
- b. Lari joging selama 30 menit: Lari joging adalah aktivitas aerobik yang meningkatkan denyut jantung secara efektif dan berkelanjutan, sehingga melatih sistem kardiovaskular.
- c. Peregangan statis selama 15 menit: Peregangan bermanfaat untuk kelenturan, namun tidak secara signifikan meningkatkan denyut jantung.
- d. Angkat beban ringan berulang kali: Latihan beban lebih fokus pada kekuatan otot, meskipun dapat meningkatkan denyut jantung, namun tidak seefektif latihan aerobik untuk kebugaran kardiovaskular jangka panjang jika intensitasnya rendah.
Jawaban yang Tepat: b. Lari joging selama 30 menit
Contoh Soal 12 (Esai – Kebugaran Jasmani):
Jelaskan mengapa penting bagi remaja untuk menjaga kebugaran jasmani secara teratur! Berikan minimal tiga alasan!
Analisis dan Pembahasan:
Soal esai ini meminta siswa untuk mengemukakan pentingnya kebugaran jasmani bagi remaja. Jawaban harus mencakup manfaat-manfaat konkret.
Contoh Jawaban yang Diharapkan:
Penting bagi remaja untuk menjaga kebugaran jasmani secara teratur karena beberapa alasan utama, di antaranya:
- Pertumbuhan dan Perkembangan Optimal: Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan organ tubuh lainnya selama masa remaja. Ini membantu remaja mencapai potensi fisik maksimal mereka, termasuk tinggi badan dan kekuatan tubuh.
- Kesehatan Fisik Jangka Panjang: Menjaga kebugaran jasmani sejak dini dapat mengurangi risiko penyakit kronis di masa depan seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Kebiasaan sehat yang terbentuk di masa remaja cenderung terbawa hingga dewasa.
- Kesehatan Mental dan Emosional: Olahraga dan aktivitas fisik teratur terbukti efektif dalam mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi. Aktivitas fisik melepaskan endorfin, zat kimia otak yang berperan sebagai peningkat suasana hati alami. Selain itu, kebugaran jasmani dapat meningkatkan rasa percaya diri dan citra diri.
- Peningkatan Kinerja Akademik: Kebugaran fisik yang baik dapat meningkatkan fungsi kognitif, seperti konsentrasi, memori, dan kemampuan belajar. Remaja yang aktif secara fisik seringkali menunjukkan hasil yang lebih baik di sekolah.
Bagian 5: Kesehatan (Contoh Soal Pilihan Ganda dan Esai)
Aspek kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular, dan bahaya narkoba, merupakan bagian tak terpisahkan dari Penjas.
Contoh Soal 13 (Kesehatan Reproduksi):
Salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh virus HIV adalah…
a. Gonore
b. Sifilis
c. AIDS
d. Klamidia
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menguji pengetahuan tentang jenis-jenis PMS dan penyebabnya.
- a. Gonore: Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
- b. Sifilis: Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
- c. AIDS: Acquired Immunodeficiency Syndrome, disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
- d. Klamidia: Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.
Jawaban yang Tepat: c. AIDS
Contoh Soal 14 (Bahaya Narkoba):
Narkoba dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Gejala putus zat (withdrawal symptoms) yang dialami oleh pecandu narkoba yang berhenti mengonsumsi zat tersebut antara lain…
a. Perasaan tenang dan bahagia
b. Peningkatan nafsu makan
c. Sakit kepala, mual, dan kecemasan
d. Tidur nyenyak dan rileks
Analisis dan Pembahasan:
Soal ini menanyakan tentang gejala fisik dan psikologis saat seseorang berhenti mengonsumsi narkoba.
- a. Perasaan tenang dan bahagia: Kebalikan dari gejala putus zat.
- b. Peningkatan nafsu makan: Bisa terjadi pada beberapa zat, tetapi bukan gejala umum yang paling menonjol.
- c. Sakit kepala, mual, dan kecemasan: Ini adalah gejala umum dari putus zat pada banyak jenis narkoba, menunjukkan reaksi tubuh terhadap hilangnya zat tersebut.
- d. Tidur nyenyak dan rileks: Sebagian besar gejala putus zat justru menyebabkan gangguan tidur dan kegelisahan.
Jawaban yang Tepat: c. Sakit kepala, mual, dan kecemasan
Contoh Soal 15 (Esai – P3K):
Jelaskan langkah-langkah dasar yang harus dilakukan saat memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pada seseorang yang mengalami luka bakar ringan!
Analisis dan Pembahasan:
Soal esai ini menguji pemahaman praktis siswa tentang P3K. Jawaban harus terstruktur dan logis.
Contoh Jawaban yang Diharapkan:
Saat memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pada seseorang yang mengalami luka bakar ringan, langkah-langkah dasar yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
- Amankan Lokasi Kejadian: Pastikan area di sekitar korban aman dari bahaya lebih lanjut, seperti sumber api atau benda berbahaya lainnya. Jika api masih ada, padamkan terlebih dahulu.
- Dinginkan Luka Bakar: Segera dinginkan area yang terbakar dengan air bersih mengalir (bukan air es) selama minimal 10-20 menit. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit, mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, dan menurunkan suhu kulit. Hindari penggunaan es batu langsung karena dapat merusak jaringan.
- Lepaskan Pakaian atau Perhiasan: Lepaskan pakaian atau perhiasan yang menempel di area luka bakar secara hati-hati. Namun, jika pakaian sudah menempel erat pada kulit, jangan dipaksa untuk dilepaskan karena dapat menyebabkan luka baru.
- Lindungi Luka Bakar: Tutup luka bakar dengan perban steril yang longgar atau kain bersih yang tidak berbulu. Tujuannya adalah untuk melindungi luka dari infeksi. Hindari penggunaan bahan-bahan seperti kapas atau plester langsung ke luka.
- Hindari Mengoleskan Zat Tertentu: Jangan mengoleskan mentega, minyak, pasta gigi, atau obat-obatan tradisional lainnya ke luka bakar, karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan menghambat proses penyembuhan.
- Berikan Obat Pereda Nyeri (Jika Diperlukan): Jika korban merasa kesakitan, berikan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan dan jika tidak ada kontraindikasi.
- Perhatikan Tanda-tanda Infeksi: Pantau luka bakar untuk tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang meningkat, bengkak, nyeri yang bertambah, atau keluarnya nanah.
- Cari Bantuan Medis Lanjutan (Jika Diperlukan): Jika luka bakar luas, dalam, mengenai wajah, tangan, kaki, atau alat kelamin, segera cari bantuan medis profesional atau bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tips Menghadapi UAS Penjas:
- Pahami Materi Secara Menyeluruh: Jangan hanya menghafal, tetapi pahami konsep di balik setiap materi. Bagaimana teknik itu dilakukan? Mengapa penting? Apa manfaatnya?
- Buat Catatan Ringkas: Buat rangkuman materi penting, terutama definisi, peraturan, dan langkah-langkah teknik.
- Latihan Soal Variatif: Kerjakan berbagai contoh soal, baik dari buku, internet, maupun dari guru Anda. Ini membantu Anda terbiasa dengan berbagai tipe pertanyaan.
- Fokus pada Istilah Kunci: Banyak soal Penjas yang menguji pemahaman istilah teknis. Pastikan Anda menguasai terminologi yang digunakan dalam setiap cabang olahraga dan topik kesehatan.
- Perhatikan Peraturan: Untuk olahraga beregu atau individu, peraturan adalah poin penting yang sering keluar dalam soal.
- Kesehatan Fisik dan Mental: Jaga kesehatan Anda menjelang UAS. Tidur cukup, makan makanan bergizi, dan hindari stres berlebihan.
- Baca Soal dengan Teliti: Saat mengerjakan soal, baca setiap pertanyaan dan pilihan jawaban dengan cermat sebelum memutuskan. Untuk soal esai, pahami instruksi dan jawab sesuai permintaan.
Penutup:
Persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan dalam menghadapi UAS Penjas kelas 11 semester 2. Dengan memahami contoh-contoh soal yang telah disajikan dan menerapkan strategi belajar yang efektif, Anda akan lebih percaya diri dan mampu menunjukkan penguasaan materi Penjasorkes. Ingatlah bahwa Penjas bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang sehat, bugar, dan berkarakter. Selamat belajar dan semoga sukses!
Artikel ini mencoba mencakup berbagai topik dengan perkiraan jumlah kata yang diminta. Jika ada bagian yang perlu diperluas atau dikurangi, beri tahu saya.